Pakar ITB Peringatkan Risiko Tinggalkan Kendaraan Saat Mudik

[original_title]

custompaperswriting.com – Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak hanya memarkir dan mengunci kendaraan mereka saat mudik. Hal ini penting untuk mencegah berbagai masalah teknis yang bisa timbul jika kendaraan ditinggalkan tanpa persiapan yang memadai.

Menurut Yannes, salah satu risiko terbesar adalah keausan aki. Meskipun mesin mati, komponen seperti alarm dan sistem keyless tetap menarik arus listrik, yang dapat membuat aki lemah. Jika aki tidak dalam kondisi baik, kendaraan mungkin tidak dapat dinyalakan ketika pemilik kembali.

Selain itu, Yannes juga menekankan pentingnya mengisi tangki bahan bakar minimal hingga tiga perempat sebelum ditinggalkan. Tangki yang terlalu kosong dapat memicu kondensasi, di mana uap air mengendap dan mencemari bahan bakar, berpotensi menyebabkan korosi pada sistem bahan bakar.

Risiko lain yang harus diperhatikan adalah perubahan bentuk ban atau flat spot akibat tekanan angin yang tidak sesuai. Yannes merekomendasikan agar tekanan ban mengikuti spesifikasi pabrikan dan kendaraan diparkir di permukaan yang rata. Selanjutnya, membersihkan kabin dari sisa makanan sangat penting untuk mencegah kehadiran tikus dan jamur.

Setelah kembali dari mudik, pemilik kendaraan disarankan untuk tidak langsung mengemudikannya. Melakukan pemeriksaan awal, termasuk mengecek kebocoran cairan, kondisi ban, ruang mesin, dan fungsi rem, adalah langkah krusial demi memastikan keamanan serta performa kendaraan. Yannes menegaskan, penting untuk tidak terburu-buru menyalakan kendaraan tanpa pemeriksaan agar tetap dalam kondisi aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *