custompaperswriting.com – BPI Danantara berupaya mempercepat reaktivasi tambang batu bara di Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan potensi penyerapan seribu tenaga kerja. COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan pentingnya proses perizinan dan studi kelayakan yang saat ini sedang berlangsung. Ia berharap reaktivasi dapat dilakukan tahun ini, bukan menunggu hingga tahun depan.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menegaskan bahwa pembukaan kembali tambang berada dalam tahap pengurusan dokumen penting, termasuk dokumen analisis mengenai dampak lingkungan dan studi kelayakan. Direktur Operasional PTBA, Ilham Yacob, menjelaskan bahwa tanpa dokumen-dokumen ini, aktivitas penambangan tidak bisa dilakukan. Ia menyebutkan bahwa jika tambang dibuka kembali, akan ada dampak positif terhadap ekosistem dan perekonomian di daerah tersebut.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menambahkan bahwa seluruh dokumen teknis dan persetujuan pemerintah harus rampung sebelum aktivitas penambangan dapat dimulai. Dokumen tersebut mencakup berbagai aspek seperti biaya, operasional, kesiapan tenaga kerja, dan regulasi lingkungan. Dengan memanfaatkan cadangan yang ada, yang diperkirakan mencapai 2 juta ton untuk tambang terbuka dan 100 juta ton untuk tambang dalam, ribuan tenaga kerja akan diserap kembali.
Tambang Ombilin, yang merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, mengalami penurunan aktivitas selama 25 tahun terakhir. Rencana reaktivasi ini telah dibicarakan sebelumnya, termasuk minat dari investor asing, namun belum terealisasi. Secara historis, tambang ini pertama kali dioperasikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1891 dan berkontribusi pada industrialisasi di Sumatera Barat.