custompaperswriting.com – Hilirisasi bauksit yang dijalankan secara terintegrasi menjadi fokus utama dalam upaya mendukung transisi energi di Indonesia. Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan hilirisasi bauksit melalui pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II di Jakarta.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral Indonesia. Fasilitas yang dimiliki oleh INALUM ini sebelumnya memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun yang sepenuhnya berasal dari cadangan bauksit dalam negeri. Dengan adanya fase kedua dari SGAR, kapasitas produksi diproyeksikan meningkat menjadi 2 juta ton alumina per tahun, yang juga akan mendukung produksi tambahan aluminium sebesar 600 ribu ton per tahun.
Pentingnya integrasi rantai nilai ini, kata Pria, menunjukkan posisi MIND ID sebagai penggerak utama hilirisasi bauksit yang mendukung industrialisasi nasional dan pencapaian target transisi energi Indonesia. Aluminium, sebagai material utama dalam teknologi energi terbarukan, memiliki manfaat karena sifatnya yang ringan, tahan korosi, dan dapat didaur ulang. Sebagai contoh, satu fasilitas panel surya berkapasitas 1 megawatt membutuhkan sekitar 21 ton aluminium untuk rangka dan sistem pemasangan.
“Dengan upaya ini, kami berkomitmen tidak hanya untuk mengeksplorasi sumber daya alam, tetapi juga memastikan peningkatan nilai tambahnya menjadi produk yang bernilai strategis,” tambah Pria. MIND ID percaya bahwa industrialisasi yang berkelanjutan akan menjadi fondasi kemajuan peradaban masa depan Indonesia.