custompaperswriting.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp1,54 triliun pada tahun 2025, meningkat sebesar 20,65 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, dalam keterangan resmi di Jakarta pada Senin.
Sepanjang 2025, Bank Jatim juga berhasil menyalurkan kredit senilai Rp67,24 triliun, tumbuh 4,98 persen dari tahun 2024. Komposisi kredit ini terdiri dari kredit konsumer dan produktif, masing-masing mencapai Rp36,54 triliun dan Rp30,7 triliun dengan pertumbuhan sebesar 6,20 persen dan 3,55 persen.
Winardi menjelaskan bahwa fokus utama Bank Jatim adalah menembus pasar dana murah melalui pendekatan transaction banking dan ekosistem bisnis, guna meningkatkan jumlah nasabah. Hal ini tercermin dari kinerja dana pihak ketiga yang mencapai Rp21,4 triliun, meningkat 12,5 persen.
Jumlah nasabah dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh mencapai 10.915.749, sedangkan pengguna JConnect IB Corporate mencapai 11.199 dengan total transaksi Rp23,36 triliun. Keberhasilan QRIS Bank Jatim di lapangan juga terlihat dengan 203.725 pengguna dan nilai transaksi Rp3,94 triliun, meningkat 47,25 persen.
Bank Jatim menargetkan peningkatan kualitas aset melalui penghapusan buku sejumlah Rp1,03 triliun dan restrukturisasi kredit yang sudah mencapai Rp4,17 triliun. Di akhir tahun 2025, total aset Bank Jatim mencapai Rp168,85 triliun, tumbuh 42,93 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk mendukung visi sebagai BPD nomor satu di Indonesia, Bank Jatim melanjutkan transformasi lewat lima pilar utama, termasuk tata kelola, digitalisasi, dan optimalisasi sinergi bisnis.