custompaperswriting.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa kontribusi investor ritel mencapai 52 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian pasar modal sepanjang tahun 2026 hingga saat ini, dengan nilai perdagangan ritel sekitar Rp16 triliun setiap harinya. Dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta yang berlangsung pada Kamis, Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa investor asing menyumbang sekitar 30 persen dari transaksi harian, sedangkan sisanya diisi oleh institusi domestik.
Sejak awal tahun hingga 11 Februari 2026, rata-rata nilai transaksi harian di bursa mencapai Rp32 triliun, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp18,1 triliun per hari. Selain itu, jumlah investor ritel juga meningkat pesat, dengan 21,3 juta investor terdaftar pada tanggal yang sama. Hal ini berarti terdapat tambahan 1,3 juta investor baru sejak awal tahun, menyusul penambahan 5,4 juta investor pada tahun 2025.
Jeffrey menyampaikan bahwa BEI merencanakan penyesuaian ketentuan free float menjadi minimal 15 persen. Namun, adanya khawatir terhadap potensi tekanan pasokan saham di pasar membuat pihaknya mengkaji dampak dari perubahan tersebut. Dari 956 perusahaan yang terdaftar, sebanyak 268 emiten saat ini memiliki free float di bawah 15 persen, yang dapat mempengaruhi stabilitas pasar.
Di sisi lain, permintaan di pasar dinilai terus meningkat seiring pertumbuhan aset investor ritel dan dukungan pemerintah yang mendorong institusi domestik untuk berinvestasi lebih aktif. Jeffrey menegaskan komitmen BEI untuk menjaga kepercayaan investor asing dan memperluas aliran dana baru dari luar negeri, serta memastikan setiap kebijakan tetap terpantau agar integritas pasar tetap terjaga.