custompaperswriting.com – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menargetkan pendapatan dan laba bersih dapat tumbuh antara 10-20 persen year on year (yoy) setelah melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia. Direktur Keuangan PJHB, Anthony Samuel Rahmatharun, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada hari Kamis.
Menurut Anthony, pertumbuhan ini diharapkan akan tercapai seiring dengan kinerja perusahaan yang positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa kontribusi utama pendapatan berasal dari jasa angkutan kapal, sesuai dengan fokus bisnis PJHB di industri pelayaran.
Optimisme juga disampaikan oleh Komisaris Utama PJHB, Hero Gozali, yang percaya bahwa industri pelayaran nasional akan terus berkembang di tahun mendatang. Ia menyebutkan bahwa kebijakan tarif resiprokal yang dikeluarkan oleh pemerintahan Amerika Serikat tidak akan berdampak signifikan terhadap industri pelayaran di Indonesia, mengingat kebutuhan logistik di negara kepulauan ini tetap tinggi.
Dari hasil IPO, PJHB berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp158,40 miliar yang direncanakan untuk pembangunan tiga unit kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT). Kapal-kapal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional perusahaan dan memenuhi permintaan pasar.
Sektor perkapalan di Indonesia mengalami peningkatan, terlihat dari kinerja PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang mengalami kenaikan laba bersih sebesar 267,7 persen pada kuartal III-2025. Dengan permintaan yang terus berkembang, industri perkapalan diprediksi akan terus tumbuh, memberikan peluang yang positif bagi perusahaan-perusahaan dalam sektor ini.