custompaperswriting.com – Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah penumpang angkutan udara pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mencapai 5.050.194 orang. Proyeksi ini mencakup penerbangan domestik dan internasional, di mana sebanyak 3.899.176 penumpang diperkirakan berasal dari penerbangan domestik, sedangkan 1.151.018 penumpang dari penerbangan internasional. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo, menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers pada hari Minggu di Jakarta.
Peningkatan jumlah penumpang ini, meski tidak terlalu signifikan dibandingkan periode sebelumnya, tetap menunjukkan optimisme akan meningkatnya mobilisasi masyarakat selama musim liburan. Rute domestik dengan potensi penumpang tertinggi diprediksi masih didominasi penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, seperti rute Jakarta–Denpasar dan Jakarta–Surabaya. Untuk rute internasional, penerbangan menuju Singapura dari Jakarta dan Denpasar paling diminati.
Selain itu, Kemenhub menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga keterjangkauan harga tiket. Kebijakan ini meliputi penanggungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6 persen dan diskon fuel surcharge, yang diperkirakan dapat menurunkan harga tiket sekitar 12-13 persen. Kemenhub juga mendorong kesiapan 257 bandar udara di seluruh Indonesia melalui inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas dan operasional.
Dalam kesempatan ini, Lukas Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan selama periode tersebut. Pemeriksaan menyeluruh akan mencakup semua aspek operasional untuk menjamin kelancaran perjalanan bagi para penumpang.