Kemenkeu Awasi Risiko Potensial dari Konflik Iran dan Israel-AS

[original_title]

custompaperswriting.com – Kementerian Keuangan Indonesia terus memantau dengan seksama potensi risiko dari ketegangan geopolitik, khususnya terkait konflik antara Iran dan Israel, serta dampaknya terhadap perekonomian nasional pasca penutupan Selat Hormuz. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengawasi dinamika global yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dalam negeri.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, Febrio menyebut bahwa gangguan terhadap rantai pasok energi dan minyak bumi berdampak signifikan. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan volatilitas di pasar keuangan global. Risiko ini dinilai dapat menekan kinerja ekspor Indonesia akibat pelemahan permintaan internasional dan tingginya biaya logistik.

Meskipun ada tantangan tersebut, Febrio mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia tetap menunjukkan surplus yang kuat selama 69 bulan terakhir, dengan surplus mencapai 950 juta dolar AS pada Januari 2026. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan 3,39 persen dalam sektor ekspor nonmigas, yang meliputi produk seperti minyak kelapa sawit dan nikel. Di sisi lain, impor juga meningkat 18,21 persen, sebagian besar berasal dari kebutuhan bahan baku untuk mendukung produksi domestik.

Kementerian Keuangan juga berupaya menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah tengah memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, mereka melakukan diversifikasi mitra dagang melalui perjanjian perdagangan internasional untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *