custompaperswriting.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan BINUS University untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Penandatanganan tersebut bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing pelaku serta talenta dalam bidang ini.
“Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat menyediakan program yang mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif,” ungkap Sekretaris Utama Badan Ekraf, Dessy Ruhati, dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat. Kerja sama ini akan mencakup berbagai aspek seperti pendidikan, penelitian, alih teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif yang dinamis.
Dessy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mencakup pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan lembaga keuangan, untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif. Ia menambahkan bahwa sinergi ini akan mendorong penciptaan lapangan kerja dan menembus pasar global melalui karya anak bangsa.
Dalam acara tersebut, juga diadakan diskusi untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat diimplementasikan di masa depan. Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M, menjelaskan bahwa pertumbuhan pesat dalam ekonomi kreatif perlu didukung oleh pendidikan yang berkolaborasi dengan pemerintah. Ia berharap kolaborasi ini akan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan pengembangan startup berbasis ekonomi kreatif.
MoU ini diharapkan akan menjadi landasan yang lebih kuat antara dunia akademik dan pemerintah, mencetak talenta kreatif yang mampu memenuhi kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional.