custompaperswriting.com – Dalam upaya mendorong keadilan spasial, pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin mendapat perhatian. Konteks ini terlihat jelas saat perjalanan darat dari Kota Mataram menuju Sumbawa Besar. Selama perjalanan tersebut, perbedaan infrastruktur antara Lombok dan Sumbawa tampak signifikan, bahkan sebelum mencapai Selat Alas.
Di Lombok, berbagai jalan telah ditingkatkan dengan dukungan jaringan bypass yang menghubungkan pelabuhan, bandara, dan destinasi wisata. Namun, situasi berubah saat memasuki Sumbawa, di mana kondisi jalan seringkali masih buruk dengan genangan air dan jalan yang terkelupas. Kondisi ini memunculkan kembali perdebatan mengenai keadilan pembangunan wilayah.
Isu ini menjadi sorotan setelah video dialog pejabat pemerintah yang mempertanyakan ketimpangan infrastruktur di wilayah tersebut beredar luas. Untuk merespons hal ini, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa perhatian pemerintah provinsi bersifat merata, disertai penjelasan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, yang juga membantah adanya bias kebijakan.
Masyarakat merasakan perbedaan nyata dalam kualitas konektivitas antara kedua pulau, membuat isu ini terus relevan. Penting untuk menilai dan mendiskusikan pembangunan infrastruktur bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi guna memastikan bahwa pembangunan berlangsung secara seimbang dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di seluruh NTB.
Pembahasan mengenai jalan, jembatan, dan konektivitas lintas wilayah diharapkan menjadi langkah awal untuk memahami tantangan pemerataan pembangunan di provinsi kepulauan ini.