custompaperswriting.com – Riset terbaru dari Macquarie Capital Indonesia menunjukkan bahwa optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto semakin menguat menjelang tahun 2026. Peningkatan iklim investasi serta eksekusi kebijakan yang lebih baik menjadi faktor utama yang mendorong sentimen positif pasar terhadap Indonesia.
Kepala Riset Macquarie Capital Indonesia, Ari Jahja, menyatakan bahwa fokus pemerintah pada tata kelola dan implementasi kebijakan yang lebih efektif berperan penting dalam membangun kepercayaan investor. “Sentimen positif pasar terhadap Indonesia merupakan salah satu indikator utama,” tuturnya dalam keterangannya di Yogyakarta pada Rabu.
Laporan tersebut juga mengindikasikan adanya peluang beli taktis di pasar modal, yang menunjukkan bahwa kondisi fundamental masih dianggap kuat untuk investasi jangka pendek. Meskipun eksekusi kebijakan dan reformasi struktural tetap krusial, rekomendasi untuk melakukan pembelian saham pada moment tertentu menjadi sorotan.
Dari analisis pasar saham, Macquarie menilai valuasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia berada pada tingkat yang kompetitif dan wajar. Lembaga tersebut bahkan memprediksi pertumbuhan laba per saham (EPS) bisa mencapai sekitar 10 persen pada 2026, yang didorong oleh peningkatan operasional emiten utama.
“Valuasi indeks MSCI Indonesia masih wajar, dan kami anticipate pertumbuhan Laba Per Saham sekitar 10 persen pada 2026. Kami berfokus pada saham-saham yang menunjukkan peningkatan operasional,” kata Ari menambahkan. Hal ini menunjukkan potensi investasi yang menjanjikan di tengah tantangan makroekonomi yang ada.