IHSG Turun karena Harapan Kebijakan Ketat The Fed Usai Konflik AS-Iran

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan pada Jumat pagi. IHSG dibuka melemah 23,30 poin atau 0,32 persen, berada di posisi 7.338,82. Penurunan ini berkaitan dengan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengambil kebijakan ketat seiring risiko inflasi global yang meningkat. Kejadian ini di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mempengaruhi harga energi.

Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa pasar sedang menghadapi berbagai sentimen global yang menghambat kenaikan IHSG, terutama menjelang libur panjang Idul Fitri. Banyak investor memilih untuk mengurangi bobot portofolio mereka agar tidak terjebak dalam gejolak pasar saat libur.

Di arena internasional, International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa konflik antara AS dan Iran bisa menyebabkan gangguan pasokan energi yang signifikan. Aliran minyak yang lewat Selat Hormuz berkurang drastis, membuat negara-negara penghasil minyak di Teluk untuk memangkas produksi hingga 10 juta barel per hari.

Harga minyak juga menunjukkan kenaikan, dengan West Texas Intermediate (WTI) berada di level 95,54 dolar AS per barel dan Brent di 100,41 dolar AS per barel. Lonjakan harga energi ini berpotensi menciptakan risiko stagflasi global dan menekan perhatian pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed yang sebelumnya diharapkan sebanyak 2-3 kali tahun ini.

Dalam ekonomi domestik, pemerintah mulai menarik surplus dari Bank Indonesia untuk membantu pembiayaan APBN, dengan penarikan sekitar Rp16 triliun. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor terkait potensi intervensi terhadap kebijakan bank sentral. Dengan kondisi pasar yang tidak menentu, investor tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *