custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penutupan melemah sebesar 9,12 poin atau 0,11 persen, berada di level 8.677,35 pada perdagangan Rabu ini. Pergerakan IHSG menunjukkan kecenderungan sideways dengan rentang sempit, mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa IHSG diperkirakan akan terus berkonsolidasi dalam kisaran 8.600 hingga 8.750. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) terbaru, BI memutuskan untuk menahan BI Rate di level 4,75 persen, serta mempertahankan suku bunga Deposit Facility pada 3,75 persen dan Lending Facility di 5,5 persen. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski demikian, Ratna mengindikasikan bahwa BI masih berpotensi melakukan penurunan suku bunga di masa mendatang, tergantung data inflasi dan kebutuhan pertumbuhan ekonomi. Data domestik menunjukkan pertumbuhan kredit mencapai 7,74 persen secara tahunan pada November 2025, sejalan dengan paket stimulus pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Namun, terdapat kekhawatiran terkait tingginya undisbursed loan yang mencapai Rp2.509,4 triliun, setara 23,18 persen dari total kredit yang disetujui.
Pada perdagangan hari ini, transaksi tercatat sebanyak 2.718.075 kali dengan volume 54,6 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp37,75 triliun. Sebanyak 379 saham mengalami penguatan, sementara 284 saham melemah dan 140 saham stagnan. Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain DPUM, PADI, dan SOCI, sedangkan DNAR, SMIL, dan EMTK menjadi yang paling mempengaruhi pelemahan.