IHSG Naik Meski Bursa Global dan Kawasan Melemah

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada pagi hari Jumat, meskipun bursa saham di kawasan Asia dan global menunjukkan penurunan. IHSG dibuka dengan lonjakan sebesar 9,52 poin atau 0,11 persen, mencapai posisi 8.346,5. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami peningkatan, naik 0,40 poin atau 0,05 persen ke posisi 848,05.

Menurut analisis Ratih Mustikoningsih, seorang pakar keuangan dari Ajaib Sekuritas, IHSG diprediksi akan berada dalam kisaran 8.200 hingga 8.350 pada hari ini. Di dalam negeri, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) mencatat peningkatan sebesar 0,84 persen year-on-year (yoy) pada kuartal III-2025. Meskipun ada penurunan dalam jumlah penjualan unit sebesar 1,29 persen yoy, hal ini lebih baik dibandingkan dengan kuartal II-2025 yang mengalami kontraksi 3,80 persen yoy.

Permintaan terhadap properti residensial masih tampak lesu, tertekan oleh kondisi suku bunga yang tinggi dan daya beli masyarakat yang lemah, terutama di tengah transisi pemerintahan. Di sisi lain, pelaku pasar juga khawatir terkait nilai overvalue perusahaan dalam sektor Kecerdasan Buatan (AI) dan semikonduktor di Wall Street, AS, yang diperkirakan mengalami pertumbuhan di bawah ekspektasi.

Dari sisi ekonomi global, bursa saham Eropa dan AS dilaporkan melemah. Sebagai contoh, pada perdagangan Kamis, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,84 persen, sedangkan indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 1,12 persen. Di bursa Asia, indicies seperti Nikkei dan Shanghai juga menunjukkan penurunan, dengan Nikkei melemah 1,91 persen. Kondisi ini sejalan dengan munculnya deflasi di tingkat konsumen dan produsen di China, yang berpotensi menurunkan permintaan komoditas global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *