custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore mengalami penguatan di tengah melemahnya bursa saham di kawasan Asia. IHSG ditutup menguat sebesar 43,74 poin atau 0,51 persen, dengan posisi akhir di angka 8.700,92. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami kenaikan sebesar 8,90 poin atau 1,05 persen, mencapai 856,96.
Kondisi ini terjadi menjelang pengumuman hasil pertemuan kebijakan rapat The Fed, bank sentral Amerika Serikat, yang diperkirakan akan mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini. Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa data ekonomi AS menunjukkan peningkatan jumlah lowongan pekerjaan, yang berlawanan dengan prediksi penurunan. Hal ini meredakan ekspektasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut.
Para pelaku pasar kini memperkirakan akan ada dua pemangkasan suku bunga dalam 12 bulan ke depan, dibandingkan dengan tiga yang diprediksi sebelumnya. Meskipun demikian, harapan akan kebijakan moneter yang lebih lunak tetap ada, terutama setelah komentar penasihat ekonomi utama Presiden AS, Kevin Hassett, yang mengungkapkan potensi penurunan suku bunga yang lebih besar di masa depan.
Di Tanah Air, sektor penjualan eceran tercatat tumbuh 4,3 persen year on year pada bulan Oktober, tertinggi sejak Juli, mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Beranjak dari pembukaan yang positif, IHSG berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau hingga penutupan sesi perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor masih menunjukkan penguatan, dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 4,54 persen. Namun, sektor keuangan mengalami penurunan paling signifikan sebesar 1,40 persen. Jumlah transaksi saham mencapai 3.503.223 kali dengan nilai total perdagangan mencapai Rp33,88 triliun. Di sisi lain, bursa saham regional Asia menunjukkan tren yang variatif, dengan indeks Nikkei dan Shanghai mengalami penurunan.