custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif pada Selasa sore, mengalami peningkatan 108,24 poin atau 1,74 persen, sehingga ditutup pada level 6.340,02. Kenaikan ini ditopang oleh valuasi yang menarik dan optimisme terkait kinerja laporan keuangan emiten untuk semester I-2026.
Menurut pengamat pasar modal, Hendra Wardana, keberlanjutan penguatan IHSG dalam waktu dekat akan ditentukan oleh tiga faktor utama. Pertama, konsistensi arus dana asing yang masuk ke pasar. Kedua, stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak menembus Rp18.000 per dolar AS. Ketiga, pencapaian kinerja emiten yang melebihi ekspektasi pasar.
Hendra juga menyebut bahwa saat ini, koreksi di pasar global, terutama pada saham teknologi, menjadikan pasar saham Indonesia lebih menarik bagi investor. Dengan valuasi yang relatif lebih murah dibandingkan pasar lainnya, Indonesia berpotensi menjadi tujuan aliran modal asing.
Ekspektasi perbaikan kinerja emiten dalam laporan keuangan kuartal II-2026 juga dianggap akan memberikan dorongan positif bagi IHSG. Selain itu, stabilitas rupiah yang dipertahankan oleh Bank Indonesia (BI) serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah, berkontribusi terhadap optimisme pasar.
Di sisi lain, Hendra memperingatkan bahwa investor harus tetap berhati-hati terhadap kemungkinan risiko, terutama pergerakan nilai tukar rupiah, yang jika melemah dapat memicu aksi jual dari investor asing dan meningkatkan kecemasan mengenai inflasi dan stabilitas ekonomi.
Pada perdagangan hari itu, sektor energi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 3,58 persen, diikuti sektor properti dan barang baku. Transaksi saham mencapai 2.896.000 kali dengan total nilai perdagangan Rp21,54 triliun, sementara 439 saham mengalami kenaikan dan 221 saham turun.