custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan signifikan pada Selasa sore, ditutup naik 149,10 poin atau 1,84 persen di posisi 8.238,08. Kenaikan ini didorong oleh harapan akan pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) dan The Fed, yang diprediksi dapat memperbaiki kondisi ekonomi global.
Analis pasar, Ratna Lim dari Phintraco Sekuritas, menyatakan bahwa beberapa saham bluechip menjadi pendorong utama pertumbuhan indeks. Selain itu, meredanya kekhawatiran mengenai ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China juga berkontribusi terhadap optimisme tersebut. “Kami mengharapkan perbaikan perekonomian pada kuartal IV 2025,” ujarnya.
Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung segera. Diharapkan BI akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dari 4,75 persen menjadi 4,5 persen. Selain itu, data pertumbuhan kredit untuk bulan September 2025 juga akan dirilis, dengan proyeksi melambat menjadi 7,5 persen dari sebelumnya 7,56 persen.
Dari sisi global, ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dalam pertemuan pada 28-29 Oktober 2025 juga menjadi perhatian utama investor. Dalam perdagangannya, IHSG menunjukkan kinerja baik dengan delapan sektor mengalami penguatan, terutama di sektor transportasi dan logistik yang naik 3,72 persen.
Frekuensi perdagangan hari ini tercatat sebanyak 2.298.056 transaksi dengan total nilai mencapai Rp22,04 triliun. Dari 447 saham yang meningkat, 232 saham menurun, dan 135 saham tidak bergerak. Tren positif ini mencerminkan semangat optimisme di kalangan pelaku pasar yang berharap dapat terus berlanjut.