custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan signifikan pada Selasa sore, dengan penutupan di level 7.675,95, meningkat 175,76 poin atau setara dengan 2,34 persen. Pergerakan positif ini sejalan dengan penguatan bursa saham di kawasan Asia, yang dipicu oleh optimisme di kalangan pelaku pasar terkait potensi tercapainya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa sentimen positif ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan Iran berupaya untuk mencapai kesepakatan baru. Dalam konteks ini, presiden Iran, Pezeshkian, juga menunjukkan kesediaan untuk melanjutkan pembicaraan sesuai dengan hukum internasional, meskipun perundingan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan.
Harapan akan kelanjutan perundingan ini diharapkan dapat menurunkan harga minyak, yang pada gilirannya dapat meredakan tekanan inflasi. Selain itu, Bank Indonesia juga melaporkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel di tanah air pada Februari 2026 mencapai 6,5 persen, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi dan konsumsi masyarakat masih berlangsung stabil meski ada ketidakpastian global.
Meskipun IHSG mengawali perdagangan dengan baik, hingga penutupan sesi kedua, indeks tetap berada di zona positif. Dari sepuluh sektor yang ada, sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 5,45 persen. Dalam perdagangan, tercatat 548 saham mengalami kenaikan, sementara 151 saham turun, dan 119 saham stagnan.
Secara keseluruhan, frekuensi perdagangan mencapai lebih dari tiga juta transaksi, dengan total nilai perdagangan mencapai Rp24,80 triliun. Kenaikan signifikan ini mencerminkan optimisme yang ada di pasar, seiring perkembangan positif dalam negosiasi internasional.