custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore mengalami penurunan, ditutup melemah 7,44 poin atau 0,09 persen di level 8.632,76. Penurunan ini terjadi saat pelaku pasar bersikap “wait and see” menunggu keputusan suku bunga acuan dari The Fed yang dijadwalkan pada pekan depan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa setelah mencapai level tertinggi intraday di 8.689, IHSG mengalami tekanan penjual yang dipicu oleh kondisi jenuh beli. Sementara itu, perhatian investor global tertuju pada pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang diharapkan akan memberikan keputusan penting mengenai suku bunga acuan pada 9-10 Desember 2025.
Sebelumnya, terlihat potensi penurunan suku bunga 25 basis poin jika Indeks Price Consumer Expenditure (PCE) AS yang akan dirilis pada malam ini sesuai harapan pasar. Di Indonesia, beberapa data ekonomi penting juga akan dirilis pekan depan, termasuk penjualan sepeda motor, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), dan penjualan ritel.
IHSG sempat dibuka menguat namun beralih ke zona merah pada sesi kedua. Enam sektor mengalami penguatan, dengan sektor industri menduduki peringkat teratas naik 3,85 persen, sedangkan lima sektor lainnya mengalami penurunan. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar termasuk PSDN, SDPC, dan TRON, sementara HUMI, ASPI, dan GHON menjadi yang paling tertekan.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.557.089 kali, dengan total transaksi senilai Rp20,47 triliun. Bursa saham regional Asia bervariasi, dengan Indeks Nikkei melemah dan Indeks Shanghai serta Hang Seng menguat.