custompaperswriting.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) telah menyetujui rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, yang mencakup sebanyak 124,27 miliar lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp25 per saham. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian operasional serta memperluas kapasitas bisnis.
Dalam pelaksanaan rights issue ini, GMFI akan menerima modal non-tunai dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) berupa lahan seluas 972.123 meter persegi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, yang memiliki nilai sekitar Rp5,66 triliun. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menjelaskan bahwa aksi ini diharapkan dapat meningkatkan posisi ekuitas perusahaan dari minus 248,99 juta dolar AS menjadi positif 102,87 juta dolar AS. Modal dari API merupakan bagian penting dari program restrukturisasi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang telah disetujui pemerintah.
Setelah pelaksanaan rights issue, porsi kepemilikan saham API di GMFI akan mencapai 70 persen, sementara porsi saham GIAA di GMFI akan berkurang dari 66,96 persen menjadi 15,54 persen untuk saham Seri A, dan dari 24,2 persen menjadi 5,61 persen untuk saham Seri B. Meskipun terjadi perubahan porsi kepemilikan, GIAA tetap menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP).
Andi menyampaikan bahwa dana hasil rights issue ini akan digunakan sebagai modal kerja untuk memastikan operasional GMFI berjalan optimal, serta menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan. Sinergi dengan API diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi di sektor aviasi nasional dan memperkuat posisi GMFI di pasar global.