IHSG Mengalami Penurunan karena Ekspektasi Penundaan Pemangkasan Suku Bunga

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Selasa sore, dengan pengurangan sebesar 33,17 poin atau 0,40 persen, yang membawa posisi IHSG ke 8.241,91. Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap penundaan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) akibat fenomena stick inflation.

Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa The Fed kemungkinan akan menunda rencana pemangkasan suku bunga yang seharusnya dilakukan pada Desember 2025, menjadi Januari 2026. Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Oktober 2025, The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi kisaran 3,75-4 persen, tetapi belum ada kepastian mengenai kebijakan selanjutnya. Pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan pada 9-10 Desember 2025.

Dari sisi eksternal, kekhawatiran mengenai government shutdown (penutupan pemerintah) di Amerika Serikat juga berkontribusi pada sentimen negatif, dengan potensi untuk menjadi yang terlama dalam sejarah negara tersebut. Di dalam negeri, ketidakpastian makroekonomi serta kurangnya berita positif turut membebani IHSG. Nafan menekankan bahwa isu-isu geopolitik juga membuat pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati.

IHSG dibuka dengan penguatan, namun berbalik arah dan memasuki zona merah pada sesi kedua perdagangan. Dari segi sektoral, sektor properti mengalami penurunan terbesar, mencapai 2,43 persen, sementara satu sektor, yaitu industri, mencatatkan penguatan.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.344.670 transaksi dengan volume 28,53 miliar lembar saham, senilai Rp19,43 triliun. Secara keseluruhan, 207 saham mengalami kenaikan, 439 saham mengalami penurunan, dan 165 saham tetap tidak berubah. Di pasar regional Asia, sebagian besar indeks saham juga mengalami penurunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *