custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pasar modal di tanah air. Pembentukan unit ini diumumkan oleh Pejabat Sementara Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Jumat lalu.
Satuan tugas ini akan melibatkan perwakilan dari OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Self-Regulatory Organization (SRO). Kiki, sapaan akrab Friderica, menyatakan bahwa kemungkinan kementerian atau lembaga lainnya juga akan bergabung dalam upaya ini.
Satgas ini bertugas mengawasi pelaksanaan delapan rencana aksi yang mencakup reformasi empat aspek penting: likuiditas, transparansi, penegakan hukum, dan penguatan sinergi. Beberapa rencana aksi tersebut antara lain adalah peningkatan batas minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15 persen, memperkuat peran investor institusi domestik, serta meningkatkan transparansi informasi tentang pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner – UBO) dan afiliasi pemegang saham. Selain itu, demutualisasi BEI juga menjadi fokus utama.
Reformasi ini tidak hanya untuk memperkuat penegakan aturan dan sanksi atas pelanggaran, tetapi juga untuk memperbaiki tata kelola emiten dan memperdalam pasar secara menyeluruh. Kiki menjelaskan bahwa OJK berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akan memberikan pembaruan kepada publik mengenai kemajuan dari delapan rencana aksi tersebut.
Dengan pembentukan Satuan Tugas ini, diharapkan pasar modal Indonesia dapat beroperasi dengan lebih transparan dan efisien, serta meningkatkan kepercayaan publik mengenai integritas dan stabilitas pasar.