custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami pelemahan pada Rabu sore, mengakhiri hari perdagangan dengan penurunan 124,37 poin atau 1,36 persen di level 9.010,33. Hal ini merupakan dampak dari aksi ambil untung (profit taking) di kalangan pelaku pasar, dipicu oleh sentimen negatif dari dalam negeri maupun internasional.
Saham-saham yang kompanya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) berkapitalisasi besar mengalami penurunan setelah pemerintah mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan. Sementara itu, meskipun Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen, keputusan ini tidak cukup untuk mengimbangi tekanan negatif yang ada.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, mengungkapkan bahwa pelaku pasar juga merasakan ketidakpastian terkait pencalonan Deputi Gubernur BI. Hal ini menjadi fokus kekhawatiran, apalagi di tengah pandangan bahwa kebijakan moneter dapat terpengaruh oleh politik.
Selain faktor domestik, ketegangan geopolitik juga memengaruhi pasar. Ancaman baru dari Amerika Serikat terkait Greenland menambah deretan kekhawatiran pelaku pasar. Perhatian kini terfokus pada pernyataan Presiden AS di World Economic Forum di Davos dan KTT Uni Eropa di Brussels.
IHSG terus berada di zona merah hingga akhir sesi perdagangan, dengan frekuensi transaksi mencapai 4.032.229 dan total saham diperdagangkan sebesar 61,67 miliar lembar senilai Rp34,22 triliun. Sektor-sektor yang mengalami pelemahan meliputi barang baku, barang konsumen non primer, dan industri, sementara sektor barang konsumen primer mengalami sedikit penguatan.