IHSG Ditutup Menurun Ikuti Tren Negatif Bursa Asia

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang negatif pada Rabu sore, turun sebesar 85,53 poin atau 1,04 persen menjadi 8.152,55. Turunnya IHSG ini sejalan dengan tren pelemahan bursa saham di kawasan Asia. Dalam pergerakan indeks, kelompok saham unggulan yang terdaftar dalam indeks LQ45 juga mengalami penurunan, yakni turun 13,59 poin atau 1,69 persen hingga menyentuh angka 806,30.

Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa perhatian investor akan terfokus pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan dirilis pada Jumat, 24 Oktober mendatang. Diperkirakan, inflasi utama di AS akan mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen bulan ke bulan dan 3,1 persen secara tahunan pada September 2025. Data ini sangat penting bagi bank sentral AS, The Fed, dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) telah menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur bulan Oktober 2025 dan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Suku bunga untuk deposit facility dan lending facility juga tetap di level masing-masing 3,75 persen dan 5,5 persen. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau efektivitas kebijakan moneter yang berlaku, serta perkembangan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Pada sesi perdagangan, IHSG menunjukkan pergerakan negatif dari pembukaan hingga penutupan. Dari 2.442.028 transaksi, total nilai saham yang diperdagangkan mencapai Rp23,12 triliun, dengan 321 saham naik, 349 saham turun, dan 139 saham stagnan. Sementara itu, bursa regional Asia juga ikut melemah, dengan indeks Nikkei dan Shanghai merosot, sementara Indeks Straits Times mencatatkan kenaikan kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *