IHSG Diperkirakan Stabil Sementara Pasar Pantau Kesepakatan RI-AS

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diperkirakan akan bergerak mendatar seiring pelaku pasar menunggu hasil kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). IHSG dibuka dengan penguatan sebesar 10,81 poin atau 0,13 persen, mencapai posisi 8.656,65, meskipun indeks LQ45 turun 1,13 poin atau 0,13 persen ke posisi 858,59.

Kepentingan isu kesepakatan ini semakin meningkat, terutama terkait potensi penghentian kesepakatan yang ditandatangani pada Juli 2025. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menekankan pentingnya pertemuan konferensi pers mengenai kesepakatan tersebut, yang berpengaruh pada prospek tarif ekspor, investasi, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akan mengadakan konferensi pers ini pada Selasa pagi setelah kunjungannya ke AS. Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau berada di titik terlemah dalam hampir delapan bulan terakhir, didorong oleh ekspektasi rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.

BRIN memprediksi bahwa nilai rupiah akan melemah pada 2026, akibat dinamika global dan kemungkinan migrasi kembali modal ke AS. Para pelaku pasar juga menantikan rilis data penting seperti tingkat kepercayaan konsumen dan klaim pengangguran di AS yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Bursa saham Eropa pada Senin ditutup melemah, sementara bursa saham AS justru menunjukkan penguatan pada hari yang sama. Di Asia, perdagangan pagi ini menunjukkan indikasi positif, dengan beberapa indeks bursa utama mengalami kenaikan. Penutupan bursa menunjukkan respons pasar yang beragam menjelang hasil rilis data penting yang diharapkan dapat memperjelas arah ekonomi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *