custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tanda-tanda volatilitas pada Selasa ini, terpicu oleh peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Penghindaran aset berisiko oleh investor dapat memengaruhi pergerakan pasar. IHSG dibuka dengan angka yang menguat, yaitu 19,92 poin atau 0,33 persen, di posisi 6.057,76. Sedangkan, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan tercatat naik 0,74 poin atau 0,12 persen menjadi 603,11.
Associate Director dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menyatakan bahwa IHSG diperkirakan akan mengalami pelemahan terbatas dengan support dan resistance di kisaran 6.000 hingga 6.220. Sementara itu, dari sisi internasional, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan bertindak sebagai penjaga Selat Hormuz dan berencana memblokir semua kapal dari Iran, yang mulai berlaku pada 14 Juli. Keputusan ini berpotensi menambah ketidakpastian global dan memengaruhi harga minyak, yang pada gilirannya bisa memicu peningkatan suku bunga oleh The Fed.
Di sisi positif, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1 persen pada 2026. Penilaian ini dapat menjadi pendorong sentimen positif di pasar obligasi dan saham domestik, terutama di sektor-sektor yang berorientasi lokal seperti perbankan dan infrastruktur.
Meskipun demikian, dampak positif tersebut diharapkan tetap tergantung pada kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia dan situasi ekonomi global. Bursa Eropa menunjukkan pergerakan bervariasi, sementara bursa Wall Street di AS mengalami penurunan. Indeks saham di Asia juga menunjukkan pergerakan campuran dengan beberapa indeks mengalami penguatan dan penurunan.