custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada pagi hari Kamis, 6 Februari 2026, dengan peningkatan sebesar 20,63 poin atau 0,25 persen, mencapai posisi 8.167,35. Dalam kondisi pasar yang bersikap menunggu, para pelaku pasar menantikan rilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2025.
Analis pasar modal Reydi Octa menjelaskan bahwa IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 8.000 hingga 8.300 poin. “Pergerakan IHSG dalam dua hari ini akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan mengenai Morgan Stanley Capital International (MSCI),” ujarnya. Reydi menambahkan jika dialog terkait MSCI menunjukkan perkembangan positif, hal tersebut dapat meredakan volatilitas di pasar. Namun, jika tidak ada kemajuan, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
Di sisi lainnya, Badan Pusat Statistik dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai 5 persen (yoy) untuk tahun 2025, turun dari 5,3 persen (yoy) di 2024. Sementara untuk kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi diprediksi sebesar 5,2 persen (yoy).
Sementara itu, pelaku pasar juga mengamati data penjualan ritel kawasan Eropa untuk Desember 2025, yang diperkirakan tumbuh 2,3 persen. Pertemuan European Central Bank diharapkan dapat mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen, sedangkan Bank of England diperkirakan akan tetap pada level suku bunga 3,75 persen.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa Wall Street menunjukkan pergerakan variatif. Indeks S&P 500 turun 0,51 persen, sementara indeks Dow Jones naik 0,53 persen. Selain itu, bursa saham regional Asia juga mencatatkan penurunan, dengan indeks Nikkei dan Shanghai masing-masing melemah 0,61 persen dan 0,75 persen.