custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan akan melemah dan menguji level support di antara 6.800 hingga 7.000. Pembukaan IHSG menunjukkan penurunan 22,22 poin atau 0,31 persen, mencapai posisi 7.084,62, sementara indeks LQ45 naik tipis sebesar 1,20 poin atau 0,17 persen di posisi 723,60.
Situasi global turut memengaruhi pergerakan pasar saham, di mana ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi fokus utama. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan penghentian sementara serangan terhadap Iran, menunggu hasil negosiasi terkait situasi di Selat Hormuz. Namun, Iran membantah ada perundingan meskipun mengakui telah menerima pesan dari pihak AS mengenai dialog.
Selain ketegangan geopolitik, volatilitas harga minyak dan gas mengundang perhatian. Bank sentral di berbagai negara bersiap menghadapi potensi inflasi yang meningkat dan mempertahankan suku bunga di tingkat saat ini. The Federal Reserve (The Fed) memperkirakan ada kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 bps, meskipun investor cenderung skeptis terhadap proyeksi tersebut.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melakukan perubahan aturan di pasar valuta asing, menurunkan ambang batas pembelian dolar AS yang memerlukan dokumen pendukung menjadi 50 ribu dolar dari sebelumnya 100 ribu dolar. Aturan ini bertujuan untuk meredam spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas rupiah dan berlaku mulai 1 April 2026.
Pemerintah juga sedang mengevaluasi langkah efisiensi anggaran dan mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah untuk menghemat konsumsi BBM. Ratna Lim dari Phintraco Sekuritas menegaskan pentingnya keputusan pemerintah, mengingat dampak gejolak di pasar global terhadap investor. Hal ini akan menjadi perhatian utama dalam perdagangan bursa selanjutnya.