custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Jumat sore, sejalan dengan melemahnya bursa saham di kawasan Asia. IHSG ditutup merosot 209,10 poin atau 2,57 persen ke level 7.915,66. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga turun 7,67 poin atau 0,98 persen menjadi 772,34.
Penurunan indeks ini dipicu oleh meningkatnya risiko global yang terimbas ketegangan dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China, serta adanya ancaman panjangnya pemerintah AS yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi. Tim Riset Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa tindakan mengambil keuntungan pada saham-saham konglomerasi yang sebelumnya mengalami penguatan signifikan turut menjadi penyebab turunnya indeks.
Dari segi domestik, rencana otoritas mengenai ketentuan baru terkait free float dan penindakan terhadap penggoreng saham menyebabkan aksi mengambil keuntungan semakin meluas. Data Foreign Direct Investment (FDI) untuk kuartal III-2025 menunjukkan penurunan 8,9 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp212 triliun, setelah pada kuartal II juga turun 6,95 persen.
Pelaku pasar kini menunggu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Menurut konsensus, suku bunga diperkirakan akan turun 25 basis poin menjadi 4,5 persen, bersamaan dengan rilis data pertumbuhan kredit dan M2 Money Supply.
Sebanyak 116 saham naik, sedangkan 598 saham mengalami penurunan, dan 94 saham stagnan pada perdagangan hari itu. Di sektor, semua sektor mengalami pelemahan, dengan sektor energi mencatatkan penurunan terparah sebesar 4,91 persen. Transaksi pada hari itu tercatat sebanyak 2.682.374 kali, dengan total nilai perdagangan mencapai Rp28,55 triliun.