custompaperswriting.com – Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan harapannya bahwa peralihan wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) Tapah dari PetroChina International Jabung Ltd ke Golden Heaven Jaya Tapah Indonesia dapat meningkatkan produksi migas di daerah tersebut. Dalam pernyataannya di Jambi, Al Haris menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk membawa manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Proses peralihan ini terjadi setelah kontrak dengan PetroChina berakhir, di mana pengelolaan wilayah kerja kemudian dikembalikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui SKK Migas. Kini, Golden Heaven Jaya Tapah Indonesia resmi mengambil alih pengelolaan tersebut, dengan harapan untuk meningkatkan lifting minyak yang telah ada.
Manajemen perusahaan, yang dipimpin oleh Fatah Riani Abdul Rahman, berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi migas di wilayah kerja Tapah. Diketahui, proyeksi sumber daya migas di lokasi ini mencapai sekitar 400 juta barel setara minyak. Sebagai langkah awal, perusahaan akan melakukan survei eksplorasi seismik tiga dimensi di area yang sudah teridentifikasi untuk menemukan potensi cadangan baru.
Proses konstruksi dan persiapan produksi direncanakan dimulai tahun depan, dengan target komersial tertinggi pada tahun 2027 hingga awal 2028. Dalam jangka panjang, Golden Heaven menargetkan produksi melebihi 2.000 barel minyak per hari. Manajemen juga memastikan bahwa perusahaan akan melibatkan putra daerah dalam kegiatan operasional, sejalan dengan keinginan pemerintah daerah untuk meningkatkan lapangan pekerjaan.
Dengan transisi ini, diharapkan dapat tercipta pertumbuhan yang signifikan dalam industri migas di Jambi, serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.