KLRI Paparkan Empat Pilar Sistem Sirkularitas Baterai di Korea

[original_title]

custompaperswriting.com – Peneliti dari Lembaga Penelitian Perundang-undangan Korea (KLRI), Im Dan-bi, membahas pentingnya sistem sirkularitas baterai yang diterapkan di Korea sebagai acuan bagi Indonesia dalam mengembangkan industri baterai berkelanjutan. Dalam forum Korea-Indonesia Economic Partnership, yang berlangsung di Jakarta, Rabu, ia menjelaskan bahwa sirkularitas produksi baterai menjadi fokus penting dalam mengurangi ketergantungan industri pada rantai nilai eksternal.

Dan-bi mengemukakan bahwa ada empat pilar utama dalam sistem sirkularitas baterai yang perlu diterapkan. Pertama, ada pengumpulan baterai bekas yang harus dilakukan melalui tanggung jawab produsen, dikenal sebagai Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas. Kejelasan tentang siapa yang memikul tanggung jawab ini sangat penting agar sistem pengumpulan dapat berjalan efektiv dan menarik investasi untuk industri daur ulang.

Pilar kedua mencakup regulasi keselamatan, di mana baterai kendaraan listrik membawa risiko tertentu. Regulasi ini harus mempertimbangkan keselamatan mulai dari pengisian daya hingga pembongkaran baterai bekas. Ketiga, harus ada sistem evaluasi untuk manajemen baterai akhir masa pakai yang melibatkan diagnosis kondisi baterai. Ini membantu menentukan penggunaan kembali, manufaktur ulang, atau daur ulang material baterai.

Pilar keempat adalah instrumen kebijakan untuk memperluas penggunaan bahan baku daur ulang. Kebijakan ini penting untuk mendorong investasi swasta pada tahap awal dan membangun permintaan pasar sebelum regulasi wajib diterapkan. Dan-bi menekankan bahwa semua pilar ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pengelolaan baterai, yang harus dianggap sebagai aset strategis, bukan sekadar limbah. Implementasi sistem ini akan mendukung ketahanan sumber daya dan menjawab tantangan regulasi global terkait jejak karbon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *