Gubernur Bali Tegaskan Investasi Asing Harus Prioritaskan Rakyat

[original_title]

custompaperswriting.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan keprihatinan mengenai meningkatnya investasi asing yang berdampak negatif pada usaha rakyat. Dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, Koster menegaskan bahwa investasi asing telah menggerus sektor-sektor usaha lokal seperti penyewaan motor dan penginapan.

Koster menyatakan bahwa Bali perlu melakukan pengendalian yang ketat terhadap arus investasi, terutama yang masuk melalui sistem pendaftaran OSS, yang seringkali tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia mencatat adanya manipulasi kapasitas usaha, contohnya dalam jumlah kursi restoran yang tidak sesuai izin.

Untuk mengatasi ini, Koster mengusulkan tiga langkah utama: membatasi investasi asing di atas Rp10 miliar, melindungi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan melarang penggunaan lahan produktif, termasuk sawah. Ia mengkhawatirkan alih fungsi lahan yang sudah tinggi dapat merusak ekosistem dan mengancam sumber pangan dalam dekade mendatang.

Selain itu, Pemprov Bali menemukan banyak vila ilegal yang tidak membayar pajak, yang merugikan pelaku usaha lokal yang mematuhi aturan. Koster berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran ini, sambil mendukung investasi yang beretika.

Sementara itu, Wamen Investasi Todotua Pasaribu menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mencabut izin dari investor yang melanggar. Ia menyebutkan bahwa perlindungan untuk usaha lokal merupakan prioritas dan penting untuk mencapai keseimbangan antara investasi asing dan kontribusi bagi daerah.

Di akhir pertemuan, disepakati pembentukan desk khusus untuk perizinan di Bali guna mempercepat koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat, memastikan investasi yang masuk lebih terarah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *