custompaperswriting.com – Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia. Ketua Umum GSI, Dewie Yasin Limpo, menyampaikan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam perekonomian nasional melalui sektor usaha kecil dan menengah, tetapi kontribusi mereka belum dikelola secara efektif.
Dewie menjelaskan bahwa perempuan adalah aset penting bagi bangsa, dengan peran yang sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, termasuk politik, sosial, dan lingkungan. Dalam konteks ini, pemerintah telah menetapkan kuota 30 persen untuk keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Dia menjelaskan, GSI bertujuan untuk memastikan perempuan memiliki akses yang setara terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang usaha.
Di saat deklarasi organisasi pada 7 Februari 2026, Dewie menekankan bahwa GSI akan memfokuskan diri pada tiga program utama. Pertama, program ekonomi dan kewirausahaan yang mengedepankan kemitraan antar pelaku usaha perempuan. Kedua, program politik untuk mempersiapkan kader perempuan menghadapi Pemilu 2029. Ketiga, program sosial yang berhubungan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Sejumlah tokoh perempuan terkemuka, seperti Delima Hasri Azahari dan Siti Nur Azizah Ma’ruf, turut berpartisipasi sebagai pendiri dan penggerak GSI. GSI diharapkan dapat tumbuh secara bertahap di seluruh Indonesia dan menjadi kekuatan baru yang solid, inklusif, serta berdampak nyata bagi bangsa.