Dirut Bulog: Potensi Godzilla El Nino Tak Ganggu Serapan Beras

[original_title]

custompaperswriting.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penyerapan beras nasional tidak akan terganggu meskipun ada potensi El Nino ekstrem. Ia menyatakan bahwa skema antisipasi telah disiapkan guna memastikan penyerapan beras tetap optimal di tengah ancaman gangguan iklim.

Setelah rapat hilirisasi pertanian yang diadakan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan BUMN Pangan di Jakarta, Rizal menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang berbagai skema, termasuk skema normal dan alternatif, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Rizal juga menambahkan bahwa Bulog telah mempertimbangkan faktor eksternal, seperti perkembangan geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan distribusi pangan di Indonesia. Dalam perencanaan, pihaknya memastikan semua kemungkinan dampak El Nino telah dihitung ulang untuk menjaga kestabilan harga.

Pada saat ini, stok beras nasional di Bulog mencapai sekitar 4,3 juta ton, dengan target peningkatan menjadi 4,5 juta ton pada April 2026. Sepanjang triwulan pertama tahun ini, penerapan penyerapan beras telah mencapai 1,3 juta ton, yang dirasakan sebagai capaian tertinggi dalam sejarah.

Rizal menyatakan bahwa hasil ini menggambarkan peningkatan signifikan dalam sektor penyerapan beras, yang sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan yang ada. Untuk mendukung kapasitas penyimpanan, pemerintah juga telah menginstruksikan pembangunan gudang baru dan penyewaan gudang tambahan dengan kapasitas 2 juta ton. Bulog telah memastikan total kapasitas penyimpanan hingga 6 juta ton agar dapat menampung stok tambahan dalam waktu dekat.

Diketahui, Perum Bulog menargetkan untuk menyerap empat juta ton beras dan satu juta ton jagung dari petani domestik sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari rencana strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *