custompaperswriting.com – PT Danantara Asset Management (DAM) tetap aktif melakukan investasi di pasar saham Indonesia, meskipun terdapat volatilitas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat ketidakpastian konflik internasional, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, situasi ini tidak hanya mempengaruhi Indonesia, tetapi juga bursa saham secara global.
Pandu menyatakan, saat ini berbagai pasar menghadapi tantangan yang sama, sehingga penting untuk melakukan komunikasi yang efektif di kalangan investor. Danantara, yang fokus pada saham-saham dengan prospek positif dan fundamental yang kuat, berkomitmen untuk tetap memantau peluang investasi di pasar.
Perusahaan mencadangkan dana khusus untuk berinvestasi dengan bantuan manajer investasi. “Kami akan berkolaborasi dengan beberapa manajer investasi untuk melaksanakan strategi ini,” ujar Pandu. Harapannya adalah untuk tetap mendapatkan hasil yang optimal meskipun dalam kondisi yang tidak stabil.
Dalam perdagangan hari Selasa (7 April), IHSG mencatat penutupan melemah 18,40 poin menjadi 6.971,03, sementara indeks LQ45 juga mengalami penurunan. Sepanjang hari, tercatat lebih dari 27 miliar lembar saham diperdagangkan dengan transaksi mencapai Rp13,48 triliun. Dari total perdagangan, sebanyak 250 saham mengalami kenaikan, sementara 407 saham turun.
Pandu menambahkan bahwa Danantara sangat selektif dalam memilih perusahaan yang akan diinvestasikan, berfokus pada likuiditas yang baik. Dengan situasi pasar yang dinamis, Danantara berusaha untuk beradaptasi dan mengambil keputusan investasi yang bijaksana di tengah gejolak global ini.