custompaperswriting.com – Pasar modal Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai nilai transaksi harian rata-rata sebesar 8 miliar dolar AS, setara dengan Rp132,64 triliun. Hal ini disampaikan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Rabu, 15 Oktober 2025. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara dan perekonomian yang terus berkembang, realisasi potensi ini masih jauh dari harapan, dengan rata-rata transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini hanya sekitar 1 miliar dolar AS.
Pandu menyebutkan, sebagai perbandingan, India mencatat nilai transaksi harian antara 12 hingga 15 miliar dolar AS, sementara Hong Kong mencatat angka yang lebih tinggi, mencapai 30 hingga 50 miliar dolar AS. Ia menekankan bahwa terbatasnya kedalaman pasar dan minat dari investor publik menjadi hambatan utama dalam pertumbuhan pasar modal domestik.
Untuk mengatasi isu ini, Pandu mengusulkan peningkatan infrastruktur pasar keuangan, peningkatan jumlah emiten, serta edukasi bagi investor. Menurutnya, transparansi dalam tata kelola perusahaan juga sangat penting untuk memperkuat pasar. Ia optimis bahwa dengan penguatan regulasi dan meningkatnya partisipasi investor, aktivitas di pasar modal Indonesia bisa mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Pandu juga menyoroti pentingnya stabilitas geopolitik dan kerjasama regional dalam menarik lebih banyak investasi. Memahami risiko global seperti deglobalisasi dan nasionalisasi, serta mengadaptasi kebijakan yang relevan, akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.