custompaperswriting.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkomitmen untuk memastikan distribusi pangan menjangkau wilayah terluar Indonesia menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Langkah ini diambil untuk menjaga pasokan pangan tetap stabil, harga terkendali, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di daerah kepulauan yang memerlukan dukungan logistik khusus.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa salah satu instrumen untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Dengan skema ini, Bapanas menanggung biaya distribusi pangan dari daerah produsen ke wilayah yang mengalami defisit atau fluktuasi harga. Hal ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan pangan di daerah-daerah yang menghadapi tantangan geografis.
Sebagai bagian dari FDP, Bapanas melakukan distribusi pangan ke tiga kabupaten di Sulawesi Utara, yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro. Maino menyatakan bahwa langkah ini berfokus pada daerah yang karakternya bertumpu pada kepulauan dan memerlukan perhatian ekstra dalam hal logistik.
Wakil Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas, menilai bahwa upaya Bapanas sangat berarti bagi masyarakat, terutama dalam situasi sulit akibat cuaca ekstrem. Pada bulan Desember sebelumnya, distribusi dari Kota Manado telah dilakukan dengan total komoditas yang mencakup beras, minyak goreng, gula, dan telur.
Maino menambahkan bahwa pemerintah, bersama Perum Bulog, telah mempersiapkan stok pangan di seluruh gudang untuk memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat pada saat perayaan mendatang.