IHSG Anjlok 4 Persen Menjadi 5.594 karena Semua Sektor Melemah

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang melemah pada Jumat sore, berakhir di angka 5.594,77 setelah kehilangan 245,01 poin atau 4,20 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan di seluruh sebelas sektor yang ada di pasar saham.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, ketidakjelasan dalam kebijakan pemerintah dan rumor negatif yang beredar telah memicu tekanan jual di pasar modal Indonesia. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah revisi Undang-Undang P2SK, yang memunculkan ketakutan akan gangguan terhadap independensi lembaga keuangan.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 yang mencapai Rp180,4 triliun, meskipun masih di bawah target defisit tahun ini sebesar Rp689,1 triliun. Nilai tukar rupiah pun ditutup menguat di level Rp18.049 per dolar AS, yang memicu spekulasi bahwa Bank Indonesia dapat melakukan Rapat Dewan Gubernur Darurat.

Pelaku pasar diharapkan mencermati berbagai data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk data cadangan devisa dan kepercayaan konsumen. Selama perdagangan, sebanyak 2.194.595 transaksi tercatat dengan total volume saham mencapai 38,04 miliar lembar, di mana 108 saham menguat, 626 saham mengalami penurunan, dan 81 saham tidak berubah.

Secara regional, indeks saham Asia juga menunjukkan kinerja negatif, di mana indeks Nikkei merosot 852,69 poin, sedangkan indeks Shanghai dan Hang Seng juga mengalami penurunan. Dalam situasi ini, IHSG diperkirakan akan menghadapi ujian lebih lanjut, dengan potensi menguji level 5.500 pada pekan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *