IHSG Diprediksi Melemah Akibat Fluktuasi Harga Minyak Dunia

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami pelemahan menjelang libur panjang Idul Fitri pekan depan. Pada perdagangan Kamis, IHSG dibuka menguat 9,45 poin atau 0,13 persen di level 7.398,85, sementara indeks LQ45 juga menunjukkan kenaikan sebesar 1,34 poin atau 0,18 persen, mencapai 753,58.

Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa IHSG kemungkinan akan sulit untuk mencapai posisi yang lebih tinggi, terutama karena volatilitas harga minyak mentah global. Ia menambahkan bahwa proyeksi terbaik saat ini adalah pergerakan sideways dan harus mempertahankan area support kritikal di antara 7.335 hingga 7.120, agar tidak tembus ke level yang lebih rendah.

Di sisi internasional, harga minyak mentah mengalami kenaikan kembali meskipun International Energy Agency (IEA) telah melepaskan cadangan darurat terbesar dalam sejarah, yaitu sebesar 400 juta barel. Pada perdagangan hari ini, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 7,95 persen menjadi 94,19 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent meningkat 8,01 persen menjadi 99,35 dolar AS per barel. Hal ini dipicu oleh serangan terhadap kapal di Selat Hormuz yang dapat mengancam lalu lintas energi global.

Di dalam negeri, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun, setara dengan 0,53 persen terhadap PDB. Meskipun demikian, pendapatan negara menunjukkan tren positif dengan pembiayaan anggaran yang turun sebesar 33 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, dalam perkembangan politik, Komisi XI DPR RI telah memilih Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026–2031 bersama dengan empat anggota lainnya. Keputusan ini akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *