Ekonom Ungkap Batas Free Float 15 Persen Cegah Manipulasi Saham

[original_title]

custompaperswriting.com – Penyesuaian batas free float bagi emiten di pasar saham Indonesia menjadi perhatian utama. Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, menyebut perubahan ini sebagai langkah positif, meskipun perusahaan perlu waktu untuk beradaptasi dengan peraturan baru tersebut. Alterasi batas free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen diharapkan dapat mengurangi kemungkinan manipulasi harga saham, serta meningkatkan likuiditas pasar.

Hans Kwee menjelaskan bahwa dengan free float yang lebih luas, akan terjadi pengurangan potensi perdagangan terkoordinasi, yang kerap menjadi masalah dalam pasar saham. “Hal ini bisa meminimalkan tindakan manipulatif dan menyediakan lingkungan yang lebih sehat bagi perdagangan,” ujarnya.

Namun, Kwee juga mengingatkan bahwa peningkatan batas free float bisa berdampak negatif pada minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO). “Perusahaan mungkin akan kesulitan menarik investor dengan syarat free float yang lebih tinggi, yang dapat menurunkan minat IPO,” tambahnya.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menegaskan komitmennya dalam melakukan reformasi pasar modal. BEI akan menerbitkan peraturan mengenai jumlah saham free float bagi perusahaan yang ingin menggelar IPO. Peraturan ini, yang tercantum dalam Peraturan Nomor I-A, akan memberikan alokasi waktu bagi emiten untuk menyesuaikan diri, sebelum diimplementasikan pada Maret 2026.

Dengan langkah ini, diharapkan pasar modal dapat menjadi lebih transparan dan likuid, meskipun tantangan baru muncul bagi calon emiten. Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menjelaskan bahwa peraturan ini adalah bagian dari upaya untuk memastikan integritas pasar modal. Penyesuaian yang diterapkan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pasar saham di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *