custompaperswriting.com – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran, Maman Setiawan, mengungkapkan bahwa iklim persaingan usaha yang sehat merupakan kunci untuk menciptakan daya saing unggul di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Senin, Maman menekankan pentingnya peningkatan efisiensi, produktivitas, dan inovasi sebagai fondasi utama dalam usaha meningkatkan daya saing ekonomi dan industri.
Maman menyebutkan bahwa upaya meningkatkan daya saing memerlukan keterlibatan kolektif, terutama dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Ia mengusulkan pentingnya tolok ukur yang berbasis data, seperti Indeks Persaingan Usaha (IPU), yang diukur setiap tahun. Menurutnya, alat analisis ini sangat dibutuhkan untuk memantau perkembangan persaingan usaha.
Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia mencatatkan skor IPU sebesar 5,01 pada tahun 2025, mengalami kenaikan kecil dari 4,95 di tahun 2024. Meskipun demikian, Maman menggarisbawahi bahwa strategi yang komprehensif diperlukan agar persaingan usaha dapat tumbuh dengan baik dan mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Ia menekankan perlunya akselerasi skor IPU ke angka 6,33 untuk mencapai sasaran tersebut.
Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Eugenia Mardanugraha, menambahkan bahwa skor IPU tahun 2025 berfungsi sebagai refleksi dan instrumen bagi kebijakan yang akan diambil pada tahun 2026. Hal ini dianggap sebagai indikator penting untuk memahami kondisi persaingan usaha di Indonesia. Ke depan, diperlukan perhatian serius terhadap regulasi sebagai komponen penting dalam mendorong iklim persaingan yang sehat.