custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan tren pelemahan pada Jumat ini, di tengah kondisi pasar yang menunjukkan aksi jenuh beli setelah mencapai level tertinggi. IHSG dibuka pada level 8.894,70, mengalami penurunan sebesar 97,47 poin atau 1,08 persen. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 8,52 poin atau 0,97 persen, berada di posisi 866,58.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa IHSG dapat mengalami koreksi lebih lanjut dengan dukungan yang diperkirakan berada di kisaran 8.850-8.950. Pada saat yang sama, kondisi pasar internasional memberikan dampak yang signifikan, di mana ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa mereda setelah pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menolak penetapan tarif baru bagi Eropa dan mengumumkan adanya kerangka kerja tentang Greenland.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan pertemuan penting dari The Federal Open Market Committee (FOMC) di bank sentral AS, yang dijadwalkan minggu depan, di mana suku bunga diperkirakan akan tetap pada level 3,50-3,75 persen. Data inflasi Jepang juga menjadi perhatian, di mana diperkirakan akan melambat menjadi 2,7 persen pada Desember 2025.
Di bursa regional Asia, bursa saham menunjukkan pergerakan yang beragam dengan indeks Nikkei mengalami kenaikan, sementara Hang Seng justru melemah. Pergerakan ini mencerminkan sentiment yang berbeda-beda di setiap kawasan. Pelaku pasar dalam dan luar negeri akan terus memantau perkembangan ini dan menyesuaikan strategi investasi mereka secara hati-hati.