custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada Kamis lalu meskipun mayoritas bursa saham di Asia dan global mengalami pelemahan. IHSG dibuka menguat 1,89 poin atau 0,02 persen, mencapai level 8.946,70. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencerminkan 45 saham unggulan justru bergerak turun, mencatat penurunan 0,11 persen ke posisi 870,40.
Menurut Fanny Suherman, Kepala Riset Retail BNI Sekuritas, IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan jika berhasil bertahan di level support 8.900. Penguatan IHSG ini terjadi di tengah sentimen negatif yang mengemuka dari luar negeri, seperti pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengenai pengiriman 50 juta barel minyak dari Venezuela ke AS. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar akan surplus pasokan minyak global.
Selain itu, Trump juga menyampaikan kebijakan melarang perusahaan pertahanan untuk membagikan dividen sebelum menyelesaikan keluhan-keluhan yang ada. Kebijakan ini berpotensi berdampak negatif pada saham-saham private equity seperti Blackstone dan Apollo Global Management. Di Asia, ketegangan antara Jepang dan China menjadi fokus perhatian pelaku pasar.
Di dalam negeri, pemerintah mengumumkan pemangkasan target produksi mineral dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan harga yang tertekan akibat kelebihan pasokan tahun lalu.
Untuk bursa saham global, pada Rabu (7/1/2026), mayoritas ditutup melemah, di mana Indeks Dow Jones turun 0,94 persen ke 48.996,19. Situasi ini membuat para investor lebih berhati-hati menghadapi perkembangan yang ada di pasar.