custompaperswriting.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan 737 ribu bibit kelapa unggul untuk pengembangan perkebunan kelapa seluas 10 ribu hektare di Provinsi Gorontalo. Program ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi komoditas kelapa guna meningkatkan produktivitas dan mendukung industri pengolahan.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat meninjau lokasi pembibitan kelapa di Desa Dunggala, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis, mengungkapkan bahwa bantuan bibit ini akan disalurkan kepada petani di seluruh kabupaten dan kota di Gorontalo. Tujuannya adalah untuk memperkuat pasokan bahan baku industri pengolahan kelapa.
“Gorontalo menargetkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan memiliki industri pengolahan berbasis kelapa yang mampu mengolah berbagai produk turunan,” jelasnya, menambahkan bahwa bukan hanya minyak kelapa, tetapi juga produk bernilai ekonomi lainnya.
Fadjry Djufry, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa saat ini penangkar di Desa Dunggala sedang membibitkan sekitar 473 ribu bibit. Dari total tersebut, sebanyak 44 ribu bibit telah disalurkan kepada petani pada tahap pertama. Penyaluran bibit akan dilakukan dalam tiga tahap, dan kualitas pembibitan harus tetap terjaga untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa di daerah.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani melalui pengembangan rantai nilai komoditas kelapa, sekaligus memperkuat sektor perkebunan kelapa sebagai sumber bahan baku industri hilir. Inisiatif strategis ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Gorontalo.