custompaperswriting.com – Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi dengan penyedia indeks global, termasuk MSCI. Dalam upaya memperkuat pasar modal Indonesia, BEI akan aktif berinteraksi dengan investor global guna mendapatkan masukan yang konstruktif. Jeffrey mengungkapkan apresiasi terhadap MSCI yang telah mengakui empat proposal reformasi pasar modal Indonesia yang diajukan.
Pada 16 April 2026, BEI dan MSCI mengadakan pertemuan terakhir, di mana MSCI menunjukkan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam meningkatkan transparansi pasar modal di Indonesia. Meski demikian, MSCI masih menilai pentingnya konsistensi dan efektivitas sumber data yang digunakan, serta penilaian terkait free float dan investability.
MSCI mengumumkan bahwa mereka akan mempertahankan kebijakan pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares, serta membekukan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes. Di samping itu, tindakan serupa juga diambil terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi, sesuai pengidentifikasian otoritas Indonesia. MSCI akan terus berinteraksi dengan semua pelaku pasar serta menerima umpan balik berkaitan dengan data baru yang dirilis oleh otoritas.
Ke depan, MSCI dijadwalkan melakukan market accessibility review pada Juni 2026, untuk mengevaluasi kembali kondisi pasar dan efektivitas langkah-langkah yang diambil, sambil mengharapkan partisipasi aktif dari para pelaku pasar. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia secara global.