custompaperswriting.com – Target pembentukan holding atau merger BUMN karya oleh PT PP (Persero) Tbk (PTPP) masih difokuskan pada tahun 2026, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad. Pernyataan ini disampaikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Jakarta, pada Kamis lalu. Novel menegaskan bahwa realisasi holding akan ditentukan setelah menyelesaikan berbagai tahapan kajian yang saat ini sedang berjalan.
Proses pembentukan holding ini melibatkan kajian komprehensif yang mencakup aspek bisnis, legal, pasar, dan risiko. PTPP bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara serta konsultan independen dalam proses ini. Novel menyebutkan bahwa tingkat kesiapan internal perusahaan saat ini berada pada kisaran 40-50 persen, dengan rencana untuk terus meningkat seiring kemajuan kajian dan koordinasi antar pihak.
Sebagai perusahaan publik, PTPP juga diwajibkan memenuhi ketentuan tata kelola perusahaan serta melaporkan aktivitasnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan publik. Novel menekankan pentingnya kehati-hatian, agar struktur holding yang terbentuk nantinya memiliki landasan bisnis dan tata kelola yang kokoh.
Menjelang 2026, PTPP menargetkan pasar kontrak sekitar Rp23,5 triliun dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp16 triliun. Untuk target laba, Novel menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap evaluasi internal. Dengan demikian, perusahaan berkomitmen untuk merencanakan strategi yang matang sebelum mencapai target ambisius di tahun yang ditentukan.