custompaperswriting.com – Rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut perhatian serius terhadap ekosistem pendukungnya agar target IKN sebagai ibu kota politik pada 2028 bisa terwujud. Pengamat infrastruktur dan tata kota, Yayat Supriatna, menekankan pentingnya penyediaan perumahan, fasilitas perkotaan, dan layanan lainnya untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 12 Januari 2026. Kunjungan ini menandai yang pertama setelah dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024. Yayat menilai keseriusan presiden dalam merealisasikan pemindahan ibu kota perlu dilihat dalam konteks tersebut, meski kunjungannya dirangkaikan dengan agenda di kota lain.
Menurut Yayat, tantangan utama bukan hanya menyelesaikan pembangunan fisik gedung pemerintahan, tetapi juga memastikan bahwa ekosistem kota telah terbangun dengan baik. Hal ini termasuk penyediaan hunian untuk anggota DPR dan aparatur sipil negara agar efektivitas pemerintahan terjaga. Ia menekankan perlunya perumahan yang memadai untuk mendorong pegawai menetap, bukan sekadar sebagai tempat transit.
Yayat juga menjelaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi harus dilengkapi dengan layanan kesehatan, pendidikan, dan ruang publik agar kota dapat berkembang dengan semestinya. Dengan demikian, IKN harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Presiden diharapkan mendapatkan informasi yang jelas mengenai kendala dan kebutuhan anggaran, agar IKN dapat berfungsi sebagaimana mestinya pada tahun 2028.