Prabowo dan Trump Rencanakan Penandatanganan Kesepakatan Tarif

[original_title]

custompaperswriting.com – Pemerintah Indonesia menargetkan kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) bisa diselesaikan dan ditandatangani pada akhir Januari 2026. Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump diharapkan akan melakukan penandatanganan resmi mengenai kesepakatan tersebut. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa.

Menurut Airlangga, seluruh isu substansi dalam dokumen resmi, yaitu Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART), sudah disepakati antara kedua negara. Proses saat ini telah memasuki tahap penyusunan legal drafting dan penyelarasan bahasa. Pertemuan teknis antara tim Indonesia dan AS dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua Januari 2026, bertujuan untuk merampungkan dokumen tersebut.

Fokus utama dari perjanjian ini adalah menciptakan keseimbangan akses pasar antara Indonesia dan AS, untuk produk-produk dari kedua negara. Airlangga menjelaskan bahwa AS telah memberikan pengecualian tarif untuk beberapa komoditas unggulan Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit dan kakao. Di sisi lain, AS berkeinginan untuk mendapatkan akses terhadap komoditas mineral penting dari Indonesia.

Duta Besar RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo, juga menambahkan bahwa Kedutaan Besar RI di Washington D.C. kini sedang menunggu instruksi dari Jakarta mengenai persiapan kunjungan Presiden Prabowo ke AS untuk penandatanganan perjanjian tersebut. Menurutnya, kedutaan sudah mulai bersiap dan optimis kesepakatan ini akan dapat segera diimplementasikan.

Melalui peraturan yang dikeluarkan Gedung Putih, AS telah mengenakan pengecualian tarif pertanian, termasuk kakao. Namun, minyak kelapa sawit masih tercatat sebagai komoditas yang belum dikecualikan dari tarif tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *