custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami pergerakan variatif pada perdagangan Rabu mendatang, dengan fokus utama pada sentimen global. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa pasar akan bersikap “wait and see” menjelang hasil pertemuan The Fed dan pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping.
Dalam analisisnya di Jakarta, Ratna menjelaskan bahwa IHSG berpotensi menguji level psikologis 8.000 dan mungkin akan menembus level support di 7.850. Pelaku pasar saat ini menunggu hasil dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dijadwalkan pada 29 Oktober, di mana konsensus mengarah pada penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,0 persen. Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa bank sentral siap mengakhiri pengetatan kuantitatif karena kondisi likuiditas menjadi lebih ketat.
Di sisi lain, hubungan antara AS dan China juga menjadi perhatian. AS bersedia mengurangi tarif tertentu jika China menindaklanjuti ekspor bahan kimia terkait fentanil. Ini terjadi setelah kesepakatan diperoleh antara AS dan Jepang yang juga merupakan bagian dari dinamika pertemuan antara Trump dan PM Jepang, Takaichi, yang telah menyepakati kerangka kerja untuk pasokan mineral tanah jarang.
Koreksi harga komoditas emas turut mempengaruhi saham-saham berbasis komoditas, yang mengalami pengambilan keuntungan. Di bursa Eropa, mayoritas saham ditutup melemah, sementara bursa saham AS di Wall Street menunjukkan penguatan. IHSG, sebagai indeks utama di Indonesia, tetap berada dalam pengawasan pelaku pasar seiring perkembangan situasi global yang dinamis.