OJK Tegaskan Potensi Besar di Sektor Investasi Indonesia

[original_title]

custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan potensi besar yang dimiliki industri pengelolaan investasi di Indonesia. Hingga Maret 2026, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai Rp1.084 triliun, namun angka ini hanya mencakup empat persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Maulana, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, menyatakan bahwa meskipun terlihat besar, proporsi ini jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Thailand, yang masing-masing mencapai 36 persen dan 30 persen dari PDB.

Pertumbuhan jumlah investor reksa dana menjadi salah satu sorotan OJK, di mana hingga saat ini terdapat sekitar 23,5 juta investor, naik dari 19,2 juta pada Desember 2025. Hal ini mencerminkan peningkatan sebesar 8,14 persen dalam setahun. Maulana juga mencatat bahwa 54 persen dari investor tersebut berusia di bawah 30 tahun, menunjukkan adanya minat yang besar di kalangan generasi muda dalam berinvestasi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan populasi Indonesia mencapai 287 juta, dengan 196 juta di antaranya masuk dalam kategori usia produktif. Maulana menyatakan bahwa masih banyak potensi yang bisa diraih dalam mengajak kelompok produktif ini untuk menjadi investor.

Kristian Manullang, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan di Bursa Efek Indonesia (BEI), menambahkan bahwa dana kelolaan untuk reksa dana mencapai Rp699,65 triliun per Maret 2026. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, mengingat tingkat literasi pasar modal masih rendah, hanya sebesar 17,78 persen, dengan tingkat inklusi investasi di angka 1,34 persen. Upaya edukasi dinilai krusial untuk mendorong lebih banyak masyarakat berinvestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *